FUNGSI MANIFES DAN LATEN

Posted: Maret 2, 2010 in Filsafat
Tag:, ,

FUNGSI MANIFES DAN LATEN
* * * *
Merton banyak mengkritik teori-teori fungsional sebelumnya, termasuk terhadap karya gurunya sendiri, Parsons, yang ia nilai sebagai asyik dengan gaya berteori yang muluk-muluk (grendiose) dan berpretensi membangun teori besar (grand theory), dengan implikasi meremehkan teori-teori yang lebih kecil, yang lebih dekat dengan kenyataan empirik, bukan komprehensif namun terkesan Abstrak.
Oleh karena itu, Merton kemudian menawarkan lima perspektif yang dinilainya lebih baik. Kaitannya dengan pembahasan ini diambilkan pendapat Merton yang keempat.”Teori-teori fungsional sebelumnya mencampuradukkan antara subjective disposition (konsekeunsi tindakan yang diharapkan) dengan objective consequences (konsekuensi tindakan yang bersifat obyektif). Menurut dia, keduanya harus dibedakan, yaitu mana fungsi yang manifest dan mana fungsi yang laten.
Perbedaan antara fungsi manifes dan fungsi laten ditemukan untuk menghindarkan kebingungan dan kekurang hati-hatian. Sering ditemukan dalam literatur sosiologi, keterangan antara motivasi-motivasi sadar bagi prilaku sosial dan kesadaran-kesadaran obyektif. Penelitian kami pada kosakata mutakhir dari analisis fungsional telah menunjukkan betapa dengan mudahnya, dan betapa tidak menguntungkannya, para ahli sosiologi mengidentifikasi motif-motif dengan fungsi-fungsi. Lebih jauh lagi hal ini mengindikasikan bahwa motif dan fungsi itu sangat tidak ada saling keterkaitan dan kesalahan untuk menyatakan fakta ini dalam sebuah terminologi yang mapan yang telah memberikan kontribusi pada tendensi yang tidak diketahui diantara ahli sosiologi untuk menentukan kategori-kategori subyektif dari motivasi dengan fungsi kategori obyektif. Hal ini, pada akhirnya, adalah sebagai tujuan utama dari kekalahan kami pada kebiasaan yang tidak selalu dihargai dari pengenalan istilah-istilah baru dalam cepatnya pertumbuhan istilah dalam sosiologi, sebuah kebiasaan yang diakui oleh beberapa ahli hukum sebagai sebuah penghinaan pada kecerdasan mereka dan sebagai sebuah perlawanan sakit hati biasanya dapat dimengerti.
Seperti yang diakui, Merton telah mengadaptasi istilah “manifest” dan “Latent” dari yang mereka (para ahli bidang kajian ilmu sosial yang lain) gunakan dalam konteks yang lain seperti Sigmund Freud (meskipun Francis Bacon telah lama membahas tentang “proses latent” dan “konfigurasi latent” dalam hubungannya dengan proses-proses yang berada di bawah ambang penelitian-penelitian yang dangkal).
Perbedaannya sendiri telah berulang kali digambarkan oleh para peneliti prilaku manusia pada rentang waktu yang tidak teratur di beberapa negeri. Tentu saja, hal ini akan menjadi membingungkan untuk menemukan bahwa sebuah perbedaan yang telah kami tetapkan dianggap sebagai pusat pada analisis fungsional yang telah dibuat oleh kalangan perusahaan yang telah mengambil akibat dari orientasi fungsional. Merton merasa perlu menyebutkan beberapa konsep yang dimiliki, dalam beberapa dekade terakhir, ditemukan bahwa hal ini dibutuhkan untuk membedakan dalam interpretasi spesifik mereka tentang prilaku antara pandangan terakhir dan konsekuensi fungsional dari sebuah tindakan.
Sejak sebab untuk membuat pembedaan muncul dalam frekuensi yang besar, dan sejak tujuan dari sebuah pola konseptual adalah untuk penelitian langsung terhadap element-element yang menonjol dari sebuah situasi dan untuk mencegah kekeliruan pada elemen-elemen tersebut, ini harus tampak dapat dibenarkan untuk membenarkan pembedaan ini dengan sebuah bentuk (rangkaian) istilah yang tepat. Ini adalah rasional bagi pembedaan antara fungsi manifes dan fungsi laten : yang pertama merujuk pada konsekuensi-konsekuensi objektif tersebut bagi sebuah unit yang khusus (orang, sub-kelompok, budaya atau sistem sosial) yang memberikan kontribusi bagi penyesuaian diri atau adaptasi adalah sangat diinginkan : yang kedua merujuk pada konsekuensi-konsekuensi yang tidak diinginkan dan tidak diakui pada hal yang sama.
Atau dapat juga dikatakan bahwa “fungsi manifest adalah konsekuensi objektif yang membantu penyesuaian atau adaptasi dari system tersebut, sedang fungsi laten adalah fungsi yang tidak dimaksudkan atau disadari.
Konsep fungsi laten memperluas perhatian para peneliti melampaui  pertanyaan apakah sebuah tingkah laku mencapai tujuan yang diakui atau tidak.

6

7

8

9

10
Menyambung dari konsep aplikasi sistematis  fungsi laten, rupanya prilaku irasional suatu saat mungkin saja ditemukan menjadi fungsi yang nyata bagi kelompok. Menjalankan dengan konsep fungsi laten, kami tidak terlalu cepat menyimpulkan bahwa jika sebuah aktifitas dari sebuah kelompok tidak mencapai tujuan nominalnya, kemudian ketekunannya dapat dikatakan hanya sebagai sebuah contoh dari “kelembaman”, “Usaha untuk bertahan hidup” atau “manipulasi oleh kekuatan sub-kelompok masyarakat.”
Faktanya, beberapa konsepsi fungsi laten seperti yang sering disebutkan, hampir tanpa terkecuali, telah dilakukan oleh para ahli ilmu sosial yang meneliti sebuah sebuah desain standarisasi praktis untuk mencapai sebuah keobyektifan yang mana diketahui dari pengakuan sederhana ilmu pengetahuan eksakta  (fisika) tidak dapat demikian diterima. Ini akan dengan sederhana menjadi sebuah kasus, sebagai contoh, Ritual Pueblo menjanjikan turunnya hujan atau kesuburan. Tapi dengan tingkah laku yang tidak diarahkan untuk mencapai dengan jelas keobjektifan yang tidak dapat dicapai. Para peneliti sosiologi tidak suka menguji fungsi laten tambahan dari sebuah prilaku.
Dapat dijelaskan disini bahwa seperti Ritual Pueblo tidak bisa dimasukkan suatu prilaku yang memiliki fungsi laten dan manifest. Hal ini disebabkan karena ritual tersebut dan semacamnya, dalam kacamata sosiologi, khususnya Merton masuk prilaku irasional. Inilah yang merupakan kesalahan saintis eksakta yang menilai ritual tersebut memiliki dua fungsi tersebut. Harus dipisahkan disini antara ritual itu sendiri dengan manusia sebagai pelakunya. Ritual semacam itu, dalam kacamata sosiologi meski tidak mencapai tujuan nominalnya bukan berarti menjalankan fungsi laten. Namun dari prilaku ketekunan manusia bias dimasukkan sebagai fungsi manifest karena berhubungan dengan “usaha untuk bertahan hidup”.
Ada beberapa bukti bahwa hal ini dengan tepat pada point dimana perhatian penelitian sosiologi telah berubah dari taraf fungsi manifest menuju atau menjadi taraf fungsi laten yang mana mereka telah membuat perbedaan mereka dengan yang lain dan kontribusi-kontribusi utama. Ini dapat secara luas didokumentasikan tapi sedikit meninggalkan ilustrasi-ilustrasi yang mencukupi.
Penemuan fungsi laten menggambarkan tambahan yang signifikan dalam pengetahuan sosiologi. Terdapat hal lain yang mana penyelidikan ke dalam fungsi-fungsi laten menggambarkan sebuah kontribusi yang berbeda dari kalangan ahli ilmu pengetahuan sosial. Hal ini secara tepat menyatakan bahwa fungsi laten sebagai sebuah tindakan atau kepercayaan berupa pengetahuan yang tidak umum, hal ini tidak diinginkan dan tidak diakui  sebagai konsekuensi sosial dan psikologis. Sebagai sebuah hasil penelitian, penemuan mengenai gambaran fungsi-fungsi laten sebagai sebuah tambahan yang lebih besar dalam pengetahuan daripada mengenai fungsi manifes. Mereka menggambarkan juga, permulaan-permulaan kebiasaan yang lebih besar dari “common-sense” pengetahuan sekitar kehidupan sosial. Sebab, seperti awal fungsi laten, kurang lebih berasal dari fungsi-fungsi manifes yang dinyatakan. Penelitian yang tidak mencakup fungsi laten sangat sering menghasilkan hasil yang paradoksal (bertentangan).  Penilaian paradok ini muncul dari modifikasi yang tepat dari prakonsepsi umum yang mana memperhatikan sebuah kebiasaan yang terukur atau kepercayaan yang hanya dalam istilah-istilah dari fungsi manifesnya dengan beberapa tambahan atau fungsi laten yang tepat. Memasukkan konsep fungsi laten dalam penelitian sosial membawa pada kesimpulan yang menunjukkan bahwa “kehidupan sosial tidak sesederhana seperti tampak pertama kali.”

Kesimpulan bahwa “kehidupan sosial tidak sesederhana seperti tampak pertama kali.” Merupakan bukti bahwa setiap hasil penelitian sosial merupakan obyek terbuka bagi penelitian berikutnya yang bias saja akan terdapat dua kemungkinan. Pertama akan menguatkan hasil penelitan tersebut atau yang kedua menjadi counter dan memunculkan kesimpulan baru. Meski keduanya didasarkan pada pola yang sama, yakni standar sosiologis.
Penemuan fungsi-fungsi laten tidak hanya mengubah konsepsi fungsi-fungsi yang dijalankan oleh bentuk masyarakat tertentu secara lebih tepat (seperti dalam kasus studi fungsi-fungsi manifes), tapi memasukkan sebuah tambahan kualitatif berbeda dalam bentuk pengetahuan yang sebelumnya.
Menghindarkan penggantian penilaian moral yang naif bagi analisis sosiologis. Sejak evaluasi-evaluasi moral dalam sebuah masyarakat cenderung sebagian besar dalam istilah-istilah konsekuensi-konsekuensi manifes dari kebiasaan atau undang-undang. Kita harus menyiapkan diri untuk menemukan  bahwa analisa-analisa dalam fungsi-fungsi laten pada saat ini justru mengkounter (sebagai bantahan) evaluasi moral yang berlaku. Selama hal ini tidak mengikuti bahwa fungsi laten akan dioperasikan pada kebiasaan yang sama sebagai konsekuensi- konsekuensi manifes yang biasanya sebagai basis penilaian-penilaian ini.
Yang kedua, penjelasan Merton tentang Kita harus menyiapkan diri untuk menemukan  bahwa analisa-analisa dalam fungsi-fungsi laten pada saat ini justru mengkounter (sebagai bantahan) evaluasi moral yang berlaku, ini mengisyaratkan bahwa fungsi laten itu sendiri tidak bisa diperlakukan secara universal. Meski Merton membela sendiri ucapanya Selama hal ini tidak mengikuti bahwa fungsi laten akan dioperasikan pada kebiasaan yang sama sebagai konsekuensi-konsekuensi manifes yang biasanya sebagai basis penilaian-penilaian ini, mengisyaratkan pula bahwa fungsi laten bisa menjadi fungsi manifest pada saatnya ia menjadi prilaku sebagai suatu kebiasaan.

Untuk memudahkan pemahaman tentang konsepsi fungsi manifest dan fungsi laten di sini penulis tampilkan penerapan keduanya dalam lembaga sosial, lembaga-lembaga agama dan lembaga politik-ekonomi.

Fungsi Lembaga
Karena masyarakat begitu kompleks dan saling berhubungan, maka mustahil meramalkan secara tepat semua akibat dari suatu tindakan. Lembaga mempunyai fungsi “manifest”, yang merupakan tujuan lembaga yang diakui ; dan mempunyai fungsi “laten”, yang merupakan hasil yang tidak dikehendaki dan mungkin tidak diakui, atau, jika diakui dianggap sebagai hasil sampingan.

Fungsi Manifes
Terdapat fungsi yang oleh banyak orang dipandang dan diharapkan akan dipenuhi oleh lembaga itu sendiri. Keluarga harus memelihara anak. Lembaga ekonomi harus menghasilkan dan mendistribusikan kebutuhan pokok dan mengarahkan arus modal ke tempat yang membutuhkan. Sekolah harus mendidik anak-anak. Fungsi manifes adalah jelas, diakui dan biasanya, dipuji.

Fungsi Laten
Terdapat beberapa konsekuensi lembaga yang tidak dikehendaki dan tidak dapat diramalkan. Lembaga ekonomi tidak hanya memproduksi dan mendistribusikan kebutuhan pokok, tetapi kadang-kadang juga meningkatkan pengangguran dan perbedaan kekayaan.
Lembaga pendidikan tidak hanya mendidik anak-anak, tetapi juga menyelenggarakan hiburan dan menjauhkan orang-orang muda usia dari pasar tenaga kerja, yang menurut beberapa ahli teori konflik, melindungi anak-anak orang kaya dari persaingan dengan anak-anak orang miskin. Program kesejahteraan pemerintah tidak hanya membantu orang miskin, tetapi juga memberikan pekerjaan kepada klas menengah. Riset ilmiah tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga membuat banyak cara untuk meyebabkan sesuatu menjadi kuno.
Fungsi laten lembaga mungkin (1) mendukung fungsi manifest, (2) tidak relevan, (3) atau malahan merongrong fungsi manifest. Jadi terdapat banyak contoh di mana fungsi laten munkin lebih tepat disebut dengan “disfungsi laten” karena cenderung meruntuhkan lembaga tau merintangi apa yang mau dicapai oleh fungsi manifes.

Fungsi Lembaga-lembaga Agama
Semua lembaga mempunyai fungsi manifest dan laten, tidak terkecuali lembaga-lembaga agama.

Fungsi Manifes
Fungsi agama mencakup kurang lebih tiga jenis lingkup perhatian: pola keyakinan yang disebut doktrin, yang menentukan sifat hubungan antar manusia dengan sesamanya dan manusia dengan Tuhan; ritual yang melambangkan doktrin dan yang mengingatkan manusia pada doktrin tersebut; dan seperangkat norma prilaku yang konsisten dengan doktrin tersebut. Tugas untuk menjelaskan dan membela doktrin, melaksanakan ritual dan memperkuat norma prilaku yang diinginkan suatu pola pemujaan, pengajaran missi / penyiaran agama, karya sosial dan sebagainya yang memerlukan investasi uang dan personil yang sangat besar.
Dalam sejumlah masyarakat, fungsi manifest agama meliputi pengendalian Negara secara aktual, seperti di Iran, di mana Shah digantikan oleh teokrasi yang dikendalikan oleh para Ayatollah Muslim.

Fungsi Laten
Sejumlah orang akan menolak fungsi manifest agama, namun beberapa fungsi laten gereja membawa konsekuensi yang seringkali bahkan mengagetkan orang beriman. Pada saat yang sama, mereka mungkin merangsang persetujuan atau perlawanan dari semua orang yang tidak menganggap dirinya sendiri sangat relijius.
Gereja adalah suatu lingkungan pergaulan dan juga lingkungan ibadat. Kelompok muda-muda gereja memberikan kesempatan untuk mempelajari kepemimpinan dan mengatur pertunangan dan pemilihan jodoh. Gereja menghiasi komunitasnya dengan bangunan yang indah dan inspiratif, merangsang kesenian dan musik, menyelenggarakan konser dan festival. (Sejumlah orang akan memasukkan hal itu sebagai fungsi manifest). Gereja membantu pendatang baru agar dikenal, membantu “peningkatan social”(social climb). Salah satu fungsi manifest gereja adalah mempersatukan komunitas dalam semangat persaudaraan; sedangkan fungsi latennya adalah membagi komunitas berdasarkan ras dan kelas. Walaupun mengkhotbahkan “dihadapan Allah semua orang adalah sama”, namun gereja memamerkan perbedaan kekayaan yang tampak pada para anggota yang berpakaian bagus dan yang sangat sederhana pada hari minggu.

Fungsi Lembaga Politik-Ekonomi
Fungsi Manifes
Fungsi manifest ketiga system—komunis, fasis, dan ekonomi campuran—adalah memelihara ketertiban, mencapai konsensus, dan meningkatkan produksi ekonomi semaksimal mungkin. Tidak ada satupun masyarakat yang telah sepenuhnya berhasil mencapai salah satu fungsi tersebut. Masyarakat totaliter atau fasis tampak amat berhasil dalam memelihara ketertiban, setidak-tidaknya untuk sementara waktu, sedangkan masyarakat yang bersistem ekonomi campuran paling berhasil dalam memberikan kebebasan politik dan mencapai tingkat produksi ekonomi yang lebih tinggi. Pelbagai studi di Amerika menunjukkan bahwa tingkat pekerja di Rusia hanya mencapai sekitar seperdua dari tingkat produktivitas pekerja di Amerika Serikat.

Fungsi Laten
Analisis terhadap ketiga tipe masyakarat menunjukkan banyak persamaan dalam hubungannya dengan fungsi laten. Salah satu fungsi laten dari seluruh lembaga ekonomi pemerintahan modern ialah merusak kebudayaan tradisional. Kebiasaan pemilikan hak tanah, kepercayaan agama, organisasi keluarga, tempat pemukiman, dan banyak lagi pola kehidupan social yang sudah mapan, mengalami perubahan sebagai akibat perkembangan industri. Mobilitas social dirangsang dan salah satu konsekuensinya ialah meningkatnya anomi (kekaburan norma) dan alienasi (rasa keterasingan).
Bibiliografi

Doyle Paul Johnson, Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Jakarta, Gramedia, 1986
Erich Fromm, Lari Dari Kebebasan (Escape From Freedom), Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 1997
Erich Fromm, Revolusi Harapan (Revolution Of Hope(, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 1996
Merton dalam Margaret M. Poloma, Sosiologi Kontemporer, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1994
Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, Sosiologi ; edisi keenam, Jakarta, Erlangga, tt
Robert K. Merton, Social Structure, New York, The Free Press, 1967
Zainuddin Maliki, Narasi Agung : Tiga Teori Sosial Hegemonik, Surabaya, LPAM, 2003

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s