:: Tehnik mendinginkan Emosi ::

Posted: Januari 14, 2009 in Uncategorized

Akhir-akhir ini aku memang sering sekali emosi. salah satu sifat burukku yang sekarang aku tahu adalah sifat mudah “meledak” bila sesuatu hal tidak cocok dengan keinginanku. dan ini yang membuatku mengalami kesulitan dalam hubunganku dengan teman-temanku. sekarang mereka menjauhiku, hik…hik……teganya…teganya……teganya……*dangdut mode on

tak ingin selalu di jauhi oleh mereka, ku sempatkan diri mencari-cari solusi untuk masalahku. Tehnik-tehnik ini sengaja aku terapkan untuk meredakan Emosiku yang “meledak-ledak” akhir-akhir ini.

Tehnik ini tidak hanya untuk saya saja, buat para pembaca pengunjung blog saya mungkin juga bisa mempraktekkan 7 tehnik mendinginkan emosi ini.

Dalam sebuah hubungan, baik itu pertemanan atau rekan kerja, pertengkaran memang tidak bisa dihindari (seperti ceritaku di awal). Jika tidak hati-hati, jika terlalu mengumbar emosi, masalah yang seharusnya biasa saja, masalah kecil “biasa itu” akan berubah menjadi besar. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, simak tehnik mendinginkan suasana “hati” ini.

Pertama, Tenang
Bila perasaan ingin “meledak” muncul, Ambil jeda waktu beberapa menit untuk mendinginkan itu. Kita bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali teman atau rekan dan selesaikan masalah itu dengan kepala dingin. tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan berlahan-lahan.

Kedua, Hindari Kata ’Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’
“Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti diriku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada teman atau rekan kerja kita. Padahal, seperti artikel yang pernah saya baca dan pengalaman yang pernah saya alami sendiri, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Untuk Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas. apa masalahnya, kita jelaskan kepada dia dengan terus terang. bersikap tenang juga masih diwajibkan dalam tehnik kedua ini. jangan sampai ketika menjelaskan kepada mereka kita masih terbawa emosi yang meledak-ledak.

Ketiga, Stop Berultimatum
Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. “cukup, kita bukan sahabat lagi !” atau “jangan pernah menyapaku lagi, bosan aku melihat tampangmu !” contoh lagi, “kita putus !!” (contoh yang biasa aku katakan, dalam hati sih….), Fokuskan perhatian pada inti masalah yang sedang kita hadapi. Jangan biarkan diri kita terbawa suasana.

Keempat, Jangan Katakan “Aku benci Kamu”
Apa pun yang Kita rasakan saat bertengkar, saat emosi benar-benar berada di puncak, jangan pernah sekali pun mengeluarkan kata-kata benci, terbesit dalam fikiran pun kalau bisa dihilangkan. Apalagi jika sebenarnya kita tidak bermaksud seperti yang kita katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.

Kelima, Toleran
Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan, sahabat atau rekan yang sedang ‘panas’ hati. bila kita ingin menjawab pertanyaannya, usahakan bersikap halus, jangan memancing emosi. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri kita di posisinya. bayangkan jika kita berada di posisi mereka, posisikan diri kita pada posisi ketika seperti dia. Jika kita tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, sahabat, atau rekan, jangan harap dia akan berbuat sama pada kita.

Keenam, Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran
Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. jangan mengungkit-ungkit kembali pertengkaran sebelumnya. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika kita dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru. jangan mulai membicarakan permasalahan yang telah lewat kepada teman yang lainnya, karena itu akan memancing amarahnya kembali.

Ketujuh, Jangan lupa kata saktinya, “Maaf”
Kata ini memang memiliki kekuatan yang dahsyat dan memiliki kekuatan yang besar dan kata ini bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau kita pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski kita merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.

Bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. ku juga mo baikan nih ma tema-temanku. berpelukaaan *teletubies mode on

demikian 7 kiat meredam emosi yang sekarang aku praktekkan, semoga berhasil. amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s