Melupakan Dia Yang Tak Patut Dicinta

Posted: Februari 23, 2009 in Uncategorized

inikah rasanya, apa yang disebut dengan cinta buta. meski setiap orang membencinya, tapi aku tetap mencintainya. meski pun dia selalu mencelaku dan tidak menerimaku, tapi kata hatiku tetap berkata, dialah pendampingku, permaisuriku. betapa pun buruknya perangai dia padaku, tapi sungguh, pesonanya telah membuat hatiku meleleh dan menutupi segala keburukan yang ada dalam dirinya.

dan ketika semua orang bertanya tentang hubunganku dengannya, tiba-tiba saja aku mulai bimbang. apakah aku harus melanjutkan hubunganku dengan dia, dia yang selalu membuatku menderita dengan kata-kata dan sikap tak acuhnya? haruskan aku hidup bersama dengan dia, dia yang tidak pernah ada rasa cinta di dasar hatinya ? haruskan aku mencintainya, dia yang tak pernah menerimaku atas apa yang aku lakukan demi menyenangkan dirinya?

haruskah aku mencari orang lain untuk menggantikannnya? mencari orang lain yang aku tidak mencintai seperti aku mencintai dirinya? bila harus melupakan dirinya, harus berapa lamakah aku harus mencobanya ?

kadang aku termenung dalam kesendirian, memikirkan tentang apa yang aku inginkan pada dirinya? apakah dia orangnya, yang menghargaiku dengan segala cinta yang aku punya? apakah dia juga memiliki mimpi yang sama dengan mimpiku tentang keluarga yang ingin aku bina ?

setelah tahu harapan-harapanku padanya, aku jadi ragu, apakah dia benar-benar mampu memenuhi semua keinginanku? apakah dia peduli dengan semua keinginanku? ataukah dia masih dengan sifat egoisnya, menuntutku untuk memenuhi semua keinginannya?

dalam diamku, kadang aku menimbang-nimbang sifat baik dan buruknya. membuat daftar kebaikan dan keburukan dia. dapatkah sifat buruknya aku maafkan? dapatkah aku hidup berdampingan dengannya, dia yang mempunyai banyak sifat buruk dalam daftar yang aku buat. aku ingin jujur pada diriku sendiri, sanggupkah aku hidup dengan perangai buruknya ?

setelah melihat segala perangai buruknya, kini aku harus jujur sekali lagi pada hati nuraniku, apakah aku merasa dia mencintaiku? pernahkah dia menunjukkan rasa cintanya padaku? pernahkah dia bilang “i love you” padaku? kalau tidak dengan kata-kata itu, pernahkah dirinya menunjukkan padaku, bukti-bukti bahwa dia mencintaiku?

bila tidak pernah aku dapati semua itu, haruskah aku bersikeras untuk melanjutkan hubungan dengan orang yang tidak mencintaiku, meneruskan hubungan cintaku pada orang yang tidak menyukaiku, pada orang yang tidak mau menerimaku ?

inilah saatnya bagiku, inilah waktunya bagiku untuk belajar melupakan hadirnya di hidupku.

inilah saatnya bagiku, belajar dan memanfaatkan penuhnya aktifitasku untuk belajar hidup berjauhan dengannya. inilah saatnya bagiku, untuk belajar melupakan dirinya, melupakan dia yang tidak mencintaiku seperti aku mencintai dirinya.

inilah saatnya. ya, inilah saatnya bagiku untuk melupakan dia yang tak patut dicinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s