jadi guru BP

Posted: Maret 23, 2009 in Uncategorized

dua hari ini aku merasa ada seseoarang yang selalu mengikuti, mengiringi setiap langkahku. aku tahu siapa sebenarnya dia, tapi ketika aku menoleh, dia bersikap seolah-olah sedang tidak melihatku. aku pun cuek dengan tingkahnya, tapi aku jadi merasa tidak enak saja, bisakah seorang guru mencuekkkan muridnya. membiarkannnya tanpa memberikan waktu untuk dia bila ingin bertanya.

istirahat kedua, aku memanggilnya. dia sedikit takut dan ragu-ragu ketika memasuki ruanganku. aku bisa mengerti dengan sikapnya, aku dulu juga merasa begitu ketika masih menjadi seorang pelajar, ketika dipanggil oleh guru, kita langsung berfikir bahwa kita telah berbuat salah, kita takut duluan kalau nanti mendapat hukuman.

aku mengajaknya ke halaman, duduk-duduk disampng taman sambil menikmati gemricik airnya. aku menyuruhnya untuk duduk disampingku, dia malu-malu. dia mulai mendekat. aku mengajaknya ngobrol sebentar, hanya berbasa-basi untuk melunakkan suasana agar dia mau bercerita.

“sepertinya dari kemarin kamu ingin berbicara dengan saya, boleh tahu?” tanyaku kemudian setelah selesai berbasa-basi.

“apa?” tanya nya masih ragu-ragu.

“nggak usah takut, biasa saja, anggap saja saya temanmu, saya juga nggak ingin kamu malah takut pada saya, padahal saya kan juga gurumu, jadi nggak usah takut pada saya ya…..’ bujukku.

“tapi………”

“kamu masih tidak percaya saya ?” kataku sambil menatap matanya, “aku tak akan mengatakan pada siapa-siapa, janji !” kataku sambil berjanji. aku akan menepati anjiku, benar-benar menepati janjiku,aku tak ingin seperti guruku dulu, ketika aku masih duduk di kelas SMU. waktu itu, aku bercerita tentang masalahku pada salah seorang guru, tapi keesokan harinya, rahasiaku itu dikethui oleh hampir semua guru, semua menyindirku. padahal guruku tadi sudah berjanji tidak akan membocorkan rahasiaku. dan sejak itulah aku tidak percaya lagi dengan seorang guru, tidak percaya dengan janjinya. karena itulah, aku tidak ingin menjadi sepertinya, aku ingin menjadi guru yang baik bagi muridku, bisa menjadi contoh bagi siswa-siswaku.

“saya punya masalah dengan cara belajar saya,” katanya kemudian. dia berhenti, menatapku, aku mengangguk menyakinkan dia, membuatnya percaya agar terus bercerita.

“dalam setiap pelajaran yang membutuhkan daya ingat dan analisis, saya selalu mendapatkan nilai jelek, karena itu saya sekarang kesulitan untuk mengikuti pelajaran di kelas. padahal saya sudah mencoba belajar lebih lama daripada yang biasanya saya lakukan. saya juga sering minta bantuan kepada dua teman saya. namun, karena daya ingat saya yang boleh dibilang agak lemah, saya jadi sering lupa apa yang saya hafalkan.”

“jadi, tolong beri saran saya bagaimana cara belajar yang efektif.” dia mengakhiri ceritanya. aku tersenyum melihatnya. ternyata tidak saya saja yang mengalami masalah belajar, dulu saya juga merasakan masalah itu, sekarang musidku juga mengalami masalah yang sama. bagaimana belajar yang efektif.

aku tersenyum sekali lagi senbelum menjawabnya, menata letak dudukku, “kief, setiap anak memang memiliki gaya belajar yang berbeda2. ada yang bergaya belajar verbal, visual atau kinestik. masing-masing gaya tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. saya dulu juga mengalmai hal ini, stelah tanya-tanya dan membuka buku-buku tentang teori-teori bejalar, akhirnya saya tahu, aku salut dengamu, zamanku dulu, aku tak berani bertanya hal ini pada guruku, tapi kamu, kamu berbeeda” kataku membuatnya bangga, semua terlihat dariwajahnya yang bersemu merah tersipu malu.

“nah…… untuk mengatasi masalhmu itu, langkah awal yang perlu akief lakukan adalah, pertama, kenali gaya belajarmu renungkan, selama ini akief cenderung mudah mengingat sesuatu dengan melalui verbal, gambar (visual), atau kinestik?” tanyaku, “bila bergaya belajar verbal, perbanyak belajar melalui membaca atau mendengarkan. kalau gaya belajarmu ini, maka kamu harus serting banyak membaca. semakin banyak membaca, kamu akan semakin banyak tahu”

“bila bergaya belajar visual, perbanyaklah belajar dengan menggunakan bantuan gambar-gambar. masih ingatkan ketika masih duduk belajar di SD? aku yakin kamu juga mengalmainya, kita tak akan mau membaca kalau tidak ada gambarnya, benar tidak ?” tanyaku padanya. dia mengangguk dan tersenyum,

“dan apabila bergaya belajar kinestik, belajarlah sambil melakukan atau berbuat. kamu harus praktek langsung kalau gaya belajarmu adalah yang ini.” dia mengangguk sekali lagi. aku tersenyum karena telah membuatnya mengerti.

“kedua, berfikirlah positif. yakinlah akief mampu menyelesaikan semua pelajaran dengan baik. jangan menyalahkan diri sendiri dan merasa bodoh karena perasaan tersebut justru akan menjadi beban dan mengganggu berkonsentrasi belajar.
ketiga, latihan konsentrasi. belajar tidak ditentukan lamanya waktu, namun kualitas tingkat konsentrasi saat belajar. untuk melatih konsentrasi, setiap hari biasakan 5-10 menit untuk belajar, tingkatkan durasi waktunya”

“keempat, jangan hanya saat akan menghadapi ujian. biasakan belajar secara rutin, baik ada atau tidak ada ujian. sesuatu yang dibaca secara berulang-ulang pasti akan lebih mudah diingat. kamu kalo belajar pas ada ujian aja kan?” dia tersenyum mendengar pertanyaan saya, “karena itulah kamu mengalami kesulitan dalam belajar, jngan diulangi lagi ya….”

“kelima,gunakan tehnik-tehnik menghafal. misalnya, membuat singkatan dengan istilah yang mudah diingat. kaitkan konsep dengan gambar tertentu yang lebih mudah diingat. keeenam, buatlah catatan singkat pada kertas kecil untuk memudah menengingat.
dan yang ketujuh, berdoa, doa hakikatnya berlatih konsentrasi dan menumbuhkan keyakinan diri sebelum melakuakn sesuatu.”

“kamu bisa praktekkan itu semua, karena sudah bel, kamu masuk dulu kedalam kelas, biar nggak ketinggaln pelajaran. kalau besok masih ada kesulitan silahkan tanya lagi, ok. selamat belajar, semoga sukses ya…….” kataku mengakhiri. dia berterimakasih telah memberikan masukan padanya. kemudian dia melangkah memasuki kelasnya, aku pun kmbali ke ruanganku. melanjutkan aktifitasku. ngeblog he……he….he….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s