:: Hari ke-14 Ramadhan 2009 : Terkenang ::

Posted: September 17, 2009 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , , ,

Pagiku dikagetkan oleh bunyi recurrent alarm ponselku. Angka digital yang tertera menunjukkan jam tiga pagi. Alarm yang mulai aku aktifkan semenjak aku tidak sahur pada hari ketiga puasa Ramadhan itu, kini berteriak-teriak menyanyikan lagu Girlfriend-nya Avril Lavigne, yang sengaja aku pilih karena iramanya yang menghentak. Lagu pertama yang aku punya sejak pakai ponsel ber-mp3.

“Lagune Isabela trus…..jd inget lmba nak2 dkdr….. lucu bangeeet…he” “Sebuah pesan singkat hadir lagi dari honey, padahal beberapa menit sebelumnya, dia sudah meneleponku cukup lama.

******
“Di mana sekarang? Ayo balik! Saya tidak mau tahu, sekarang harus balik. Saya bilang BA-LIK! SE-KA-RANG!” kataku pada seseorang melalui ponselku. Aku tak memberi kesempatan padanya untuk berbicara, meskipun aku mendengar dia mencoba beralasan. Tapi aku sedang tak butuh alasan sekarang.

Bawaannya ingin marah. Semua sudah bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba saja ada dua anak yang pergi tanpa pesan. Panik. Semua orang panik. Bagaimana tidak panik, mereka orang baru di tempat itu, kalau hilang karena tidak tahu jalan, siapa yang mau disalahkan? Gara-gara dua orang, semua harus sibuk mencari mereka. Untungnya bisa ditemukan, meskipun matahari kini sudah tenggelam.

Rasa lapar, haus, gerah dan pegal menyatu ketika mobil sampai di tengah perjalanan. Perasaan marah karena dua orang yang hilang kini bertambah karena penumpang harus bertindih-tindihan.

Sampai di kos-kosan, dapat telepon dari sekolahan. “Tadi, bapaknya Misbah telepon. Ada masalah apa, kok disuruh jemput di Kediri?”

Aaaargh!!!! Inginnya marah. Sebelum pulang, kehilangan anak-anak. Sampai di kos, anak-anak band tidak ada, “Latihan lagi,” kata pemilik rumah. Pihak sekolah telepon, “Anak band, apakah ada masalah?” menghubungi salah satu anak band yang bawa ponsel, lama, tidak diangkat-angkat. Bagaimana tidak marah jika mengalami bertumpuk-tumpuk masalah seperti ini.

******

“Ada masalah apa?” tanyaku ketika anggota band itu sudah sampai di kos-kosan. Tak ada yang berani menjawab, semua bertingkah seolah-olah tidak ada masalah. Masalahnya aku sudah tahu lebih dulu, jadi aku tak membiarkan mereka diam saja.

“Peserta lomba band, kumpul dulu sekarang. Kita perlu bicara tentang persiapan kita.”

Satu demi satu anggota band mulai ngumpul di ruang tamu, duduk di kursi sekitarku. Beberapa anak ada yang masih memanggil temannya.

“Band SMP ada masalah, Pak” Kata salah satu anggota band dari band SMA. Akhirnya ada yang buka bicara juga.

“Kenapa?” selidikku.

“Efek gitar yang dibelikan bapaknya ternyata salah. Trus, vocalistnya tidak bisa menyesuaikan permainan bandnya. Suaranya habis.” Jawabnya. Yang lain mengangguk mengiyakan.

“Di mana mereka sekarang? Tolong dipanggil ke sini.” Tanyaku kemudian, setelah tahu anak yang dimaksud tidak ikut kumpul dalam ruangan itu. Setelah beberapa saat menunggu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anak lainnya tentang penampilan final school band contest hari pertama. Aku mencoba membesarkan hati mereka, bahwa penampilan hari pertama biasa-biasa saja. Tidak ada yang perlu ditakutkan.

“Lebih bagus punya band kita, kok, Pak.” Salah satu anak yang bukan anggota band angkat bicara. Dia membenarkan kataku tentang kompetisi hari pertama.

“Vocalistnya kenapa?” tanyaku setelah semua terkumpul dalam satu ruangan.

“Suaranya habis, pak.” Kata sang vocalist dengan suara serak. Suaranya terdengar lirih meski dengan tenaga besar. Benar-benar habis.

“Setelah ini kamu istirahat. Terlalu capek, kurang istirahat. Setelah ini harus istirahat, minum air putih yang banyak. Yang lainnya, jangan diajak ngomong dulu dia. Dia perlu istirahat.” Pesanku pada dia dan yang lainnya. Mereka paham dengan instruksiku.

“kemudian masalah efeknya. Ada masalah apa dengan efek gitarnya?” tanyaku mengganti topik pembicaraan.

“Efeknya salah beli.”

“Pinjam tidak bisa?” aku mengusulkan. “Pinjam punya studio, bisa nggak?”

“Tidak bisa, pak”

“Kalau tidak pakai efek, ada pengaruhnya?” tanyaku lagi. Aku benar tidak tahu apa-apa tentang masalah band ini. Peralatan-peralatan yang seharusnya dipakai pun aku tak tahu.

“Kurang bagus, pak”

“Sudah, sepertinya panitia menyediakan efek di stagenya. Kalau yang ini tidak bisa dipakai, kita pakai efek yang disediakan oleh panitia saja. Deal?” Saranku.

“Tapi, pak…….” mereka mencoba beralasan.

“Nggak usah takut. Ini penampilan pertama kita, jadi wajar kalau masih banyak kekurangan. Ini sebagai pelajaran saja, kalau tahun depan kita ikut lagi, kita sudah tahu perlombaannya bagaimana, yang harus dipersiapkan apa saja. Oke?”

“Untuk vocalnya, kalau besok masih belum balik suaranya, yang lainnya ikut nutupi kekurangannya. Jangan biarkan vocalistnya merasa aneh sendiri ya…” tambahku.

******

Hi, perkenalkan, namaku Ardian Sahru Ramadhan. Mahasiswa semester awal yang sedang menjalin hubungan dengan seorang guru cantik bernama Ardiani Putri Ramadhani.

Ini adalah catatan keempat belasku bersama honey. Selama Ramadhan ini, kami akan saling bercerita tentang pengalaman-pengalaman kami. Kami ingin mengabadikan kisah kami dalam sebuah cerita bersambung tentang perjalanan hidup kami menghadapi Ramadhan sekaligus mengabadikan cerita cinta kami. Karena kami tidak ingin hilang dalam pusaran sejarah.

Waktu terus berputar. Detik menjadi menit. Menit menjadi sejam. Sejam menjadi sehari. Sehari berubah menjadi bulan. Dan bulan bertambah menjadi tahun. Zaman terus berputar. Waktu tidak bisa diputar kembali. Kalau nanti kami ditakdirkan hidup bersama, hanya dengan catatan ini, kami bisa mengenang masa lalu kami. Kalau tidak ditakdirkan hidup bersama, catatan ini akan mengingatkan kami bahwa, kami pernah bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s