:: Hari Ke-9 Ramadhan 2009 : Bad Day ::

Posted: September 17, 2009 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Hari kesembilan Ramadhan ini mulai sepi. Masjid di kampung kami makin banyak yang ditinggalkan. Awalnya satu shof paling belakang yang hilang, tiap hari berkurang hingga sekarang, sudah lima shof berkurang di barisan paling belakang.

Ternyata tidak hanya Sholat Terawih saja, puasa pun sudah mulai banyak yang meninggalkan. Ramadhan ini kampung kami memang panas. Tidak hanya panas, tapi juga gerah.

Perubahan iklim yang sering diberitakan media massa akhir-akhir ini memang sedang terjadi. Pemanasan global akibat efek rumah kaca pun tidak dapat dihindari. Pemanasan terjadi hampir terjadi di seluruh negeri. Tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia.

Kota kami, kota kecil di salah satu propinsi di Jawa Timur pun mengalami. Perubahan iklim el-nino atau apa pun namanya itu, kini benar-benar melanda negeriku. Program penghijauan yang beberapa lalu diadakan Bupati, kini juga sepertinya sudah hilang gaungnya. Setelah perhelatan acara dan pemberian hadiah kepada pembuat taman terindah selesai, program penghijauan pun selesai. Taman-taman itu sudah terlihat layu dan tak terurus lagi.

Karena Ramadhan yang panas tahun ini, tak jarang, status yang sering aku temui di facebook teman-temanku adalah kalimat-kalimat mengeluh dan mengaduh. Panas, haus, lapar. Aku jadi ingin tersenyum melihat status teman-temanku itu. Bagaimana tidak lucu, namanya puasa, dari dulu juga panas. Namanya puasa, pasti juga haus. Namanya puasa, semua juga merasakan lapar. Namanya juga puasa……

Puasa berarti harus menahan lapar dan dahaga, mulai terbitnya matahari hingga terbenamnya sang surya. Tapi, bukan manusia namanya kalau tidak pernah mengeluh. Karena hanya malaikat saja, makhluk ciptaan Tuhan yang dicipta tunduk patuh kepada Tuhannya. Sedangkan manusia, selain dikaruniai akal pikiran, manusia juga dikaruniai nafsu. Nafsu dan akal pikiran inilah yang membuat manusia selalu seperti itu.

*******

“Honey,nak2 g diikutin lmb pnlsan brita….? ”

“Pngn sih,wktu lomba mading dl dah kpikiran. Honey kok pnter skli ngingetin aq. Dpt bisikan dr sp?honey ajukan nama2 psrtx, ntr cb aq bntu. ”

“Dpt bisikn dr koran…yaw wez ntr biar diumumin…abz tu yg ikt lmb honey ksh pengarahan. Gmn?deal? ”

“Ada btesan brp psrtanya?kl g ada btsn, krm sbyk2x. Kls 4, 5 byk ya pntr nulis. Km sbutin nmx dl ya.. ”

“G dbtsi, SMP-SMA…wes jlsx bc rdar…biaya pengiriman dr mrk ja za?oy jurnalistik jum’at dpn… ”

“Oke,bsk pg gw mo bc,simpan dl ya… ”

********

“Uangnya sudah diterima?” Tanya pria yang dipanggil kepala kepada bawahannya.

“Sudah, Pak.” Jawab perempuan berbaju biru kepada atasannya itu.

“Anak-anak sudah terima semuanya?” Tanyanya lagi.

“e…nggak tahu, Pak. Bukan saya yang membagikan.”

Ada perubahan mimik yang sangat cepat pada diri sang kepala. Jika sebelumnya terlihat biasa, kini tubuhnya lebih tegak dan terlihat marah.

“Ini gimana tho,! Tahun lalu saya sudah dituduh sebagai pencuri, sekarang kamu mau jadikan aku sebagai tertuduh lagi?”

“Tapi memang saya tidak tahu, Pak.” Perempuan itu mencoba membela diri.

“Sudah, sekarang siapa yang menerima uangnya?” Tanyanya sedikit menurunkan nada amarahnya.

“Saya, Pak.”

“Kalau begitu mengapa tidak tahu?!” Intonasinya naik lagi.

“Tapi memang saya bukan yang membagikan uang itu.” Masih mencoba membela diri.

“Kalau bukan kamu, lalu siapa?” Ada sedikit nada menuduh di sini.

“Bu Nanik, Pak.” Jawab perempuan itu memberitahukan siapa yang sebenarnya menyalurkan dana.

“Kata bu Nanik bagaimana? sudah dibagikan atau belum?”

“Tidak tahu, Pak.” Jawabnya dengan menundukkan kepala.

“Tidak tahu lagi. Sebenarnya kamu ini kerjanya apa sih? saya nggak tahu, bukan saya, saya nggak tahu. Panggil bu Nanik!” Marah lagi.

Perempuan itu keluar dari kantor sang kepala, memanggil rekan kerjanya.

Setelah beberapa saat, perempuan itu kembali bersama rekan perempuannya. Mereka duduk di hadapan sang kepala.

“Laporan dana bantuan ini mana? Sudah tersalurkan semua?”

“Belum, Pak” Jawab perempuan yang dipanggil bu Nanik itu

“Kalian ini bagaimana? kalian mau mempermalukan aku?” Lagi-lagi sang kepala marah.

“Sudah. Segera berikan uang itu pada mereka. Ini hak penuh mereka, biarkan mereka yang menggunakan dan mengaturnya.”

“Tapi, Pak. Kalau dana ini langsung diberikan kepada anak-anak, takutnya malah digunakan untuk jajan dan tidak disampaikan kepada walinya. Kalau biasanya, setiap wali datang dan melakukan pembayaran, kita memberitahukan dana ini kepada mereka, “ini ada bantuan dari pemerintah.” ” jawab bu Nanik memberikan alasan. Sang atasan hanya diam.

******

Honey, maaf tidak bisa membantu.

Tulisku dalam status terbaru. Di hadapanku saat itu, honey sedang disidang oleh pimpinan karena belum melaporkan dana bantuan pemerintah. Ingin membantu, tapi percuma. Sang kepala tak akan mau menerima suaraku, karena aku memang tak terdaftar di bawah kekuasaannya. Ingin diam, tapi honeyku sedang dalam posisi diintimidasi sang kepala.

Aku tidak menyalahkan sang kepala, karena dia pernah dituduh pernah menggelapkan dana gara-gara tak tahu menahu soal laporannya. Tapi aku juga tidak bisa tinggal diam saja melihat honeyku dimarahi oleh dia. Bagaimana mungkin honeyku melaporkan ke dia, kalau dia jarang masuk kantornya. Bagaimana mau melaporkan kalau dia saja lebih sering masuk di kantor dia yang lainnya. Kantor kami selalu kosong oleh dia. Dia tak akan masuk kantor kami, kalau kami tidak menghubungi, “Ada tamu di sini.”

Honey, maaf ya kalau tidak bisa membantu.

********

“Cuit cuiiit…pa’guru lg ngajar nh…serius amat ”

“Ikt dengerin ah..byr tmbh pinter.. :-p”

“Mau bljr bareng?aq ksh pljrn privat deh… lbh deket,lbh baik.gmn? eh, dah bc crit qt hr ini? ”

“Yee ….mwx… :-> aq lom bc … ntar ta’ comment tunggu ajah…. ”

**********

Honey ingin belajar privat bareng aku. Gimana ya……

Lagi-lagi aku memperbaharui statusku. Sms-smsnya masih saja ingin menggodaku. Meskipun aku tahu, perasaanmu sedang tak enak saat itu. Aku tak bisa membayangkan, apa yang honey lakukan setelah dimarahi atasan. Nangis, marah, atau malah tak membekas?

Tapi satu yang aku tahu, honey dan aku mempunyai satu sifat yang sama, yakni sifat SMS. Kependekan dari Senang Melihat orang S usah. Kita sama-sama suka menggoda. Honey suka menggodaku, aku suka menggoda honeyku.

*********

Perkenalkan, namaku Ardian Sahru Ramadhan. Mahasiswa semester awal. Ini adalah catatan kesembilan dalam Ramadhanku bersama Ardiani Putri Ramadhan, honeyku.

Hari kesembilan ini adalah bad day bagi honeyku. Karena itu, aku ingin merubah statusku, karena aku mau dia tahu, aku peduli pada honeyku.

Menangislah di bahuku, honey, jika memang kau merasa ringan setelah itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s