From Nganjuk With Love on GOOD LAWYER 2

Posted: Mei 3, 2010 in Uncategorized

Tahun 2009 Rose Heart Writer menyapa untuk pertama kalinya dengan buku GOOD LAWYER, tahun ini Rose Heart Writer kembali menyapa dengan menyuguhkan berbagai macam cerita hukum dalam GOOD LAWYER Season 2.

Setelah beberapa hari ini muncul beberapa teaser dari GL 2 yang berseliweran di Facebook, saya pun tak ingin ketinggalan untuk ikut-ikutan meramaikan FB dengan teaser cerkum saya. Dalam buku GOOD LAWYER 2 ini, “From Nganjuk With Love” cerita hukum (cerkum) pertama saya. Ada dua cerkum yang masuk dalam buku ini. Sebagai pemanasan, baca cuplikannya ya…..

Check the teaser out!

***********************

“Apa ini ?” tanya Pudja tak mengerti. Di hadapan dia sekarang duduk dua laki-laki dengan seragam mirip sales yang biasa keliling desa-desa menawarkan barang dagangannya. Pudja yang tidak tahu maksud kedatangan laki-laki itu, makin penasaran dengan diserahkan kepadanya selembar kertas yang tak lain dan tidak bukan adalah cheque.

“Itu cek,” kata salah satu dari dua laki-laki tersebut. “Nominal yang tertera di atasnya akan menjadi milik anda jika anda bersedia untuk tidak menjadi pengacara mereka.” Tambahnya. Sikap tamunya itu membuatnya menjadi muak. Dirinya merasa terhina. Dalam kamusnya, tidak ada kata-kata suap apalagi menerimanya. Pengalaman suaminya yang telah menendangnya keluar dari rumah karena pengacaranya menerima suap telah menutup matanya berbuat serupa kepada kliennya.

“Maaf, anda salah orang.” Jawab Pudja tegas.

“Huh, blagu. Baru jadi pengacara kacangan saja sudah blagu gayamu !” ejek laki-laki itu. Tak ayal, sikap mereka yang sedari awal membuat Pudja muak membuatnya makin muntab. Seperti petasan yang disulut ujungnya, Pudja benar-benar meledak.

“Anda berani membayar saya berapa, hah?” tantang Pudja dengan sedikit menahan rasa muaknya. “Hanya segitu?! Anda hanya mampu membayarku segitu?! Apa nggak salah tuh !” ejeknya ganti.

“Sikap kalian yang ita-itu ternyata hanya mampu membayarku segitu ! Jangan mimpi kali ya!” tambahnya dengan judes. Bangkit dari duduknya kemudian bergegas meninggalkan mereka. Pudja benar-benar tidak ingin lagi berurusan dengan mereka.

Laki-laki itu tiba-tiba memegangi tangannya, menghentikan langkah kaki dan mengembalikan dia di kursi duduknya. “Urusan kita belum selesai. Kamu itu sebenarnya pengacara atau bukan sih ? kalau kamu memang ditunjuk mereka untuk menyelesaikan masalah ini, mari kita ngomong secara terbuka, jangan menghindar seperti ini,” dumel orang itu.

Pudja diam saja. Dia mengatur irama detak jantungnya yang tak beraturan karena menahan marah. Menghela nafas dalam-dalam. Setelah merasa yakin, dia pun mulai menyerang.

……………….

*************

Ops! Sorry….. Penasaran dengan kelanjutan kisahnya ya…. anda dapat membaca kisah lengkapnya dalam buku Good Lawyer season 2 yang akan terbit pertengahan Mei ini.

Don’t miss it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s